Selasa, 31 Mei 2016

Berlibur Ke Pulau Sumba Yang Kaya Akan Pesona Dunia

Berlibur Ke Pulau Sumba Yang Kaya Akan Pesona Dunia - Apakah Anda rutin ingin meperbuat perjalanan kembali ke masa lalu dan menonton langsung suatu  kebudayaaan kuno?

Di Sumba, suatu  pulau misterius dan “liar”yang terletak di Nusa Tenggara Timur, sebelah barat daya Flores, Anda bisa menjumpai desa-desa tradisional yang dibangun di atas puncak bukit dan dilindungi oleh dinding batu bersejarah. Apabila Pulau Skull dari film King Kong itu sungguhan ada, semacamnya Sumba pantas jadi kandidat pulau tersebut.

pulau sumba

Berlibur Ke Pulau Sumba

Bahkan, ritual perburuan kepala manusia tetap semakin berlanjut dan Anda sangatlah bisa menemukan “pohon tengkorak” di beberapa desa di mana kepala yang terpenggal dipajang.

Di sini, hamparan padang rumput dan perbukitan batu kapur memberi nuansa tersendiri, sementara desa-desa di puncak bukit dengan rumah-rumah beratap ilalang “dijaga” oleh makam megalitik.

Jangan salah, Sumba juga adalah salah satu tujuan mutlak bagi para surfer dari seluruh dunia.

Cara ke Sana:
Waitabula, kota besar yang paling timur di Sumba adalah pintu gerbang barat Anda menuju Sumba dan menjadi tempat bandara paling besar dan paling modern di pulau ini, yaitu Bandara Tambolaka.

Di segi lain, bunda kota Waingapu adalah pilihan tepat apabila Anda ingin memenuhi beberapa kebutuhan pokok, semacam makanan, obat-obatan, dan untuk merencanakan perjalanan dan moda transportasi.

Dari Jakarta Dari Bali
1. Gunakan pesawat Lion Air alias Garuda Indonesia menuju Bandara Ngurah Rai, Bali (kurang lebih 2 jam). Tiket PP mulai dari Rp1.171.200.

2. Lalu lanjutkan penerbangan ke Tambolaka (kurang lebih 1,5 jam) memakai Lion Air alias Garuda Indonesia. Tiket PP mulai dari Rp1.155.000.

1. Gunakan pesawat Lion Air alias Garuda Indonesia menuju Bandara Tambolaka. Tiket PP mulai dari Rp1.155.000.

Transportasi:
Anda bisa menyewa mobil alias motor untuk berkeliling. Tarif bergantung pada jarak dan performa Anda menawar. Mobil plus sopir harga sewanya kurang lebih Rp600.000 hingga Rp1.000.000 per hari. Menyewa sepeda motor pasti bisa jadi pilihan yang jauh lebih membahagiakan dan harganya juga lebih terjangkau, kurang lebih kurang lebih Rp75.000 hingga Rp150.000 per hari.

Tempat Wisata:
Dari air terjun spektakuler hingga desa-desa kuno, Sumba pasti bakal menjadi tujuan yang tidak bakal Anda lupakan. Walau perlahan mulai mendapat daya tarik di media sosial, pulau ini tetap dianggap sebagai destinasi yang lumayan tersembunyi.  Jadi apabila Anda berminat meperbuat petualangan eksotis, segera kemasi barang-barang dan kita bakal tunjukkan ke mana Anda wajib pergi!

Berminat mengikuti open trip? Kita bekerja sama dengan kawan-kawan di Travass Life siap mengaturnya! Kalau ingin bergabung, silakan klik poster di bawah ini!

1. Air biru tidak berujung di air terjun paling besar di Sumba: Waikelo Sawah
Ingat ya, air terjun buatan dan bendungan ini hanya untuk dilihat dan memanjakan mata Anda saja dan tidak tepat dipakai untuk berenang sama sekali!

Dengan debit hingga 1.000 liter air per detik, Waikelo Sawah dulunya adalah tahap dari pembangkit listrik tenaga air yang dikelola oleh pemerintah pada tahun 1976. Arus yang sangat cepat dan kuat memberi kehidupan pada areal persawahan di kurang lebihnya dan juga berkegunaaan sebagai sumber air bersih sehari-hari warga untuk mandi.

Dikelilingi oleh tanaman hijau yang tumbuh di bawah kaki bukit, air terjun ini juga terletak di bawah beberapa gua megah. Hasilnya, Anda bisa menyaksikan langsung salah satu tampilan arsitektur alam terbaik – suatu  laguna gua yang dibingkai oleh panorama hutan hijau dan pintu masuk batu yang sangat eksotis.

Tak heran tempat ini jadi favorit tidak sedikit orang. Waktu terbaik untuk mengunjungi Waikelo Sawah adalah kurang lebih bulan Februari, Maret dan November. Anda bakal bisa menyaksikan ritual tradisional tahunan di Sumba semacam Pasola (adu tombak sambil menunggang kuda) dan Wula Podu, suatu  tarian sakral.

Cara ke Sana:
Waikelo Sawah terletak di Desa Tema Tana, Wewewa Timur, Sumba. Anda pasti melaluinya dalam perjalanan dari Bandara Tambolaka ke pusat kota Waikabubak. Jaraknya kurang lebih 12 km dari bunda kota Tambolaka dan memakan waktu kurang lebih 40 menit dengan mobil. Anda juga bisa memakai ojek dari Tambolaka. Koordinat Desa Tema Tana di sini.

2. Berenang di Danau Malaikat: Laguna Weekuri
Di danau surga ini, warna air kebiruan berubah menjadi emas saat matahari terbenam – peristiwa ajaib yang tentunya tidak ingin Anda lewatkan!

Dipisahkan oleh tebing, kolam pasang surut dengan dasar berpasir ini hanya berjarak 20 meter dari laut. Airnya yang sejuk sangat tepat untuk berenang.

Duduklah di bawah salah satu pohon rindang sambil mencelupkan kaki ke airnya yang dingin dan kagumi keindahan kurang lebihnya. Semacam tidak sedikit permata tersembunyi di pulau ini, Anda tidak bakal menemukan tidak sedikit orang di sini.

Datanglah di pagi hari untuk menyaksikan sinar matahari menembus air hingga ke dasar danau, dan kenakan kacamata snorkel Anda!
Siapa bilang harta terbaik di bumi hanya berupa emas dan berlian?

Cara ke Sana:
Laguna Weekuri terletak di utara Kodi, di wilayah barat Sumba dan diperlukan waktu 2 jam untuk berkendara dari Tambolaka.
Koordinat di sini.

3. Mengunjungi desa tradisional dan membaur dengan tradisi lokal
3-a. Rumah kuno dari bambu dengan atap yang unik: Desa Ratenggaro

Ini adalah salah satu dari sedikit tempat di pulau ini di mana Anda bisa menemukan rumah tradisional yang terbuat dari bamboo dengan atap unik dengan tinggi 25 meter. Semacam desa-desa lain di Sumba, atap tinggi dibangun untuk menghormati roh leluhur sesuai dengan kepercayaan Marapu yang mereka anut.

Pantai tersembunyi adalah bonus yang sempurna yang bisa ditemukan di desa kecil di Sumba barat daya ini. Airnya jernih dan ombaknya lumayan besar dengan gulungan panjang, tepat untuk berselancar. Kurang lebih 500 meter dari desa, di sepanjang pantai, Anda juga bisa menonton beberapa makam megalitik yang berasal dari 4500 tahun yang lalu.

Cara ke Sana:
Desa Ratenggaro berjarak 50 kilometer barat daya Waitabula. Bisa dicapai dengan naik bus ke Bondokodi dan menyewa ojek. Koordinat di sini.

3-b. Desa kuno di atas bukit dengan panorama Waikabubak: Kampung Tarung
Catatan redaksi: Pada bulan Oktober 2017, Kampung Tarung mengalami kebakaran besar dan kini ditutup untuk umum.

Saat memasuki desa kuno Kampung Tarung, Anda seolah dibawa  kembali ke masa lalu.

Terletak di puncak bukit yang menghadap Kota Waikabubak, rumah-rumah (atau warga setempat menyebutnya “Uma”) di sini mirip dengan yang ada di Ratenggaro. Rumah panggung dengan atap jerami yang sepenuhnya dibangun dari bahan alami, semacam bambu dan akar. Rumah-rumah tersebut tersusun rapi mengelilingi alun-alun desa, di mana Anda bakal menjumpai makam megalitik, suatu  kuil Marapu, dan suatu  tiang di mana mereka dulu menggantung kepala musuh.

Untuk melestarikan warisan adat mereka, desa ini tetap mempertahankan beberapa tradisi dan ritualnya. Apabila mengunjungi Kampung Tarung antara bulan purnama pada bulan Oktober dan bulan purnama pada bulan November, Anda bisa menyaksikan Wula Podu, suatu  festival di mana orang-orang berburu babi hutan di hutan kurang lebihnya.

Cara ke Sana:
Dari bunda kota Waikabubak, perjalanan dengan ojek memakan waktu kurang lebih 15 menit. Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengikuti paket wisata dari Flores Exotic Tour, yang menyertakan desa ini dalam jadwal perjalanan mereka. Koordinat di sini.

4. Pemandangan seindah gambar di kartu pos: Pantai Bawana
Bayangkan berpose di pantai berpasir putih lembut dengan deretan tebing tinggi yang indah sebagai latar belakangnya – pasti hasilnya bakalan keren.

Di pantai ini, Anda bakal menemukan suatu  lengkungan unik – lubang besar pada batu karang –  yang berdiri kokoh di pesisir pantai.

Dari kejauhan, pemandangan di Pantai Bawana sekilas mengingatkan pada tebing-tebing hijau menakjubkan di Irlandia. Sejauh mata memandang, yang tampak adalah pantai tidak terjamah dengan hempasan ombak pada dinding karang.

Mungkin Anda bakal bisa menikmati pantai ini sendiri, sebab belum tidak sedikit yang tahu. Kita sarankan datanglah saat matahari terbenam untuk menonton pemandangan yang lebih indah lagi!

Cara ke Sana:
Pantai Bawana terletak di Kodi, dan bisa dicapai memakai mobil alias sepeda motor. Jaraknya kurang lebih 1 jam berkendara dari Bandara Tambolaka. Koordinat di sini.

5. Berendam di kolam zamrud tersembunyi: Air Terjun Waimarang
Waimarang adalah salah satu air terjun paling indah di Sumba. Daya tarik mutlak tempat ini adalah kolam air terjuan yang spektakuler.

Dinding batu yang mengelilingi kolam menciptakan sensasi seolah tengah berada di dalam gua, dengan dinding tertutup lumut hijau dan pepohonan rindang yang menjulang di atas.

Rasanya semacam ada  di film Indiana Jones. Harta apa yang bisa anda temukan di sini? Tentunya pengalaman yang tidak terlupakan!

Sangat sedikit pelancong yang telah menemukan air terjun ini. Dan sebab lokasinya yang tersembunyi, Anda wajib meminta petunjuk arah warga setempat. Jalan di sana tidak mempunyai penanda dan membutuhkan beberapa pendakian menaiki bukit yang sangat curam. Bukan buat yang amatiran!

Cara ke Sana:
Berkendaralah ke Kota Melolo di Sumba Timur dan minta petunjuk arah dari penduduk setempat menuju lokasi air terjun. Koordinat di sini.

6.  Serunya river tubing di Air Terjun Tanggedu
Anda bakal melalui desa-desa tradisional Mondu dan Prainatang saat menuju ke air terjun yang mulai terkenal di kalangan warga lokal dan wisatawan ini.

Di antara formasi bebatuan yang menyerupai ngarai, mengalirlah air jernih dan sejuk yang berasal dari air terjun, dikelilingi oleh alam yang asri.

Apabila Anda lumayan berani, mari menyusuri sungai dengan river-tubing! Meskipun lokasinya jauh dari kota dan jalan yang dilewati tidak lebih baik, waktu dan usaha yang ditempuh bakal sangat setimpal dengan apa yang bakal Anda bisakan di sini.

Cara Menuju Kesana:
Terletak 45 km sebelah utara Waingapu, air terjun ini terbaik dicapai memakai mobil alias sepeda motor. Anda bakal melalui desa tradisional Mondu dan Prainatang. Koordinat di sini.

7. Rasakan kekuatan alam di Air Terjun Matayangu
Ini mungkin air terjun paling unik di Sumba. Air terjun dengan tinggi 75 meter ini “muncrat” melalui lubang di dinding tebing, memancarkan air menderu ke kolam biru yang jernih.

Dalam bahasa setempat, Matayangu berarti “berhenti di sini”, mengacu pada kepercayaan tradisional bahwa roh leluhur Marapu menetap di sini.

Ada suatu  gua kecil di balik air terjun yang hanya terkesan selagi musim kemarau saat volume air sedang turun.

Matayangu terletak di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, di mana Anda bisa menemukan tumbuhan dan hewan yang unik. Umpama, apabila mempunyai mata yang tajam, Anda bisa menemukan 57 spesies kupu-kupu, tergolong tujuh spesies endemik orisinil Pulau Sumba!

Cara ke Sana:
Air terjun ini terletak di Desa Waimanu di Sumba Tengah, dan diperlukan kurang lebih 2 jam untuk berkendara dari Waikabubak. Koordinat di sini.

8. Akomodasi ramah lingkungan yang memberi kegunaaan bagi masyarakat kurang lebih: Nihiwatu Resort
Menginap di resort mewah tepi pantai yang bersahaja ini bukan berarti pemborosan.

Tahukah Anda bahwa saat sedang menikmati secuil surga di Nihiwatu Resort, sebetulnya Anda juga berkontribusi pada masyarakat setempat?

Nihiwatu Resort mendirikan The Sumba Foundation yang berkomitmen untuk memberbagi bantuan kemanusiaan terhadap masyarakat setempat dengan mendorong proyek-proyek berbasis pedesaan di bidang kesehatan (tergolong jalan masuk terhadap perawatan kesehatan dan pengendalian malaria), pendidikan, air dan pendapatan ekonomi. Semuanya mereka perbuat sambil melestarikan dan menghormati adat masyarakat Sumba.

Bahkan limbah dapur dari resort ramah lingkungan ini dipakai sebagai bahan gas untuk kompor!

Harga kamar mulai Rp8.500.000 per malam. (telah tergolong segala makanan, minuman non-alkohol, Wi-Fi dan tidak sedikit aktivitas air)
Alamat: Nihiwatu, Hoba Wawi, Wanokaka, Sumba, Nusa Tenggara Timur.

9. Jelajahi Stonehenge-nya Sumba: Makam Megalitik
Lupakan Stonehenge di Inggris. Di sumba ada komplek kuburan megalitik yang menyerupai “Hall of Faces” di serial Game of Thrones.

Alih-alih gambar wajah, Anda bakal menemukan ukiran detail yang memnggambarkan adiwangsa yang wafat di masa lalu. Beberapa desa (Pasunga, Gallu Bakul dan Ana Bura) di dekat Waikabubak di segi barat pulau ini juga mempunyai komplek makam megalitik besar yang terawat baik.

Di Pasunga, ada lempengan batu tegak yang terpasang dengan ukiran gambar kepala suku dan istrinya yang dibangun pada tahun 1926. Konon 150 ekor kerbau dikorbankan saat mereka dimakamkan.

Empat kilometer dari situ, di desa kecil Gallu Bakul, Anda bakal menemukan makam besar lainnya dengan tampilan simbolis kepala pria dan wanita di tahap puncaknya. Proporsinya adalah 5 x 4 x 0,5 meter – pemandangan yang sungguh mengesankan!

Cara ke Sana:
Desa-desa tersebut terletak 20 km arah timur Waikabubak dan bisa dicapai memakai mobil alias sepeda motor.  Koordinat Pasunga di sini.

10. Kunjungi Nisupayaa mini di Sumba: Air Terjun Koalat (Desa Maidang)
Air terjun cantik ini terletak tidak jauh dari Desa Maidang, dan membutuhkan sedikit pendakian untuk menemukannya.

Anda wajib berjalan memenyeberangi ajaran sungai untuk ke sini, jadi pastikan mengenakan sandal yang keren! Di sinilah Anda bakal merasakan keindahan alam Sumba yang sebetulnya.

Formasi bebatuan yang unik dikarenakan oleh ajaran air menciptakan kolam-kolam air yang tenang – layaknya jacuzzi alami. Mau berendam? Silakan!

Cara ke Sana:
Air Terjun Koalat berjarak kurang lebih 70 km dari Waingapu di Sumba Timur dan bisa dicapai memakai mobil alias sepeda motor. Koordinat di sini.

11. Pasir putih dan air jernih: Pantai Watu Parunu
Di sini, Anda bisa menemukan air biru jernih dengan pasir putih lembut dan pohon kelapa berbaris teratur di pantai.

Dari puncak batu karang- pemandangannya sangatlah menakjubkan, jadi pastikan Anda mengangkat tongkat selfie yang keren.

Sebab ini adalah pantai yang tidak lebih dikenal, kemungkinan Anda bakal berjumpa dengan wisatawan lain lumayan kecil. Tapi apabila beruntung, Anda mungkin bisa menonton nelayan kembali dari laut, mengangkat hasil tangkapan kali ini.

Watu Parunu sangat ideal untuk berenang, tapi apabila Anda lebih suka berselancar, lebih baik menuju ke Pantai Kalala yang terletak di dekatnya, di mana Anda bisa menemukan beberapa ombak terbaik di pulau ini.

Cara ke Sana:
Watu Parunu terletak di dekat Pantai Kalala, 125 km dari Waingapu dan 60 km dari Melolo. Anda bisa naik bis dari Waingapu dengan tarif Rp40.000 selagi 4 jam ke Baing. Dari sana, lanjutkan dengan berjalan 2 km ke Pantai Kalala, alias naik ojek ke pantai.
Koordinat di sini.

12. Tempat bersantai yang sempurna: Pantai Mangrove Walakiri
Walakiri mempunyai hamparan pantai berpasir putih yang indah dengan ombak lembut, pohon kelapa dan bakau kerdil unik yang tidak boleh Anda lewatkan.

Saat air sedang surut, pantainya menjadi dangkal dengan dasar berpasir lembut yang sangat tepat untuk berenang.

Anda juga bakal menonton pertanian rumput laut di tepi pasir dekat hutan bakau. Kalau gemar mengumpulkan kulit kerang, Anda beruntung – sebab di pantai ini ada tidak sedikit sekali.

Oh ya, apakah kita telah menyatakan mengenai matahari terbenam yang indah?

Cara ke Sana:
Berkendara ke arah timur dari Waingapu ke Malolo. Ini wajib memakan waktu kurang lebih 30 menit. Koordinat di sini.

13. Menjelajahi belantara untuk menemukan Air Terjun Kanabu Wai yang megah
Dalam bahasa Sumba, Kanabu Wai berarti “air terjun.” Tidakkah Anda berpikir bahwa air terjun spektakuler ini menyerupai lukisan Cina kuno? Airnya mengalir keluar dari beberapa lubang di hamparan dinding batu yang luas, dengan vegetasi tumbuh di antaranya.

Inilah yang paling menarik – permata tersembunyi ini sangat susah ditemukan dan hanya tepat untuk mereka yang sangatlah berjiwa petualang.

Dari Desa Waikanabu (lokasi kebudayaaan terdekat), Anda wajib trekking hingga 12 jam (tergantung kecepatan) di sepanjang sungai, jadi Anda mungkin wajib berkemah di hutan selagi perjalanan.

Tapi kerja keras Anda bakal dihargai dengan pemandangan air terjun yang menarik, dan perjalanan itu sendiri bakal menjadi cerita yang keren untuk diceritakan!

Cara ke Sana:
Berkendaralah ke Desa Waikanabu (130 km dari Waingapu) dan mulai trekking dari sana. Rute pilihan adalah melalui Desa Mahaniwa di Kabupaten Pinupahar, yang hanya bisa dicapai melalui jalan kaki selagi 4 jam melalui belantara. Koordinat di sini.

14. Menghilang dalam ruang dan waktu: Bukit Wairinding
Savana yang belum terjamah ini adalah pemandangan yang memanjakan mata. Dengan bukit-bukit rumput hijau berumput bersaling-silang di cakrawala, ini adalah tempat yang sempurna untuk bersantai dan bersantai seusai perjalanan yang jauh.

Biarkan angin membelai kulit Anda dan pikiran mengembara dalam ketenangan, di mana hanya ada Anda dan alam saja. Meskipun padang rumput ini hanya tampak hijau selagi musim hujan (November – Mei), di musim kemarau (Juli – Oktober) ia berubah menjadi hamparan keemasan yang tidak kalah indah!

Cara ke Sana:
Savana ini terletak 30 menit di sebelah barat Waingapu dan bisa dicapai memakai mobil alias sepeda motor. Koordinat di sini.

15. Menyaksikan wanita lokal menganyam tempat menyimpan beras: Waikabubak
Waikabubak adalah kota paling besar dan pintu gerbang ke Sumba Barat yang liar. Cuaca di sini lebih dingin daripada di pesisir pantai, dan hampir setiap bukit berhutan adalah tempat bagi desa-desa tradisional. Sebaiknya menyewa pemandu lokal yang bisa membahas terhadap Anda mengenai sejarah dan adat kawasan ini.

Saat di sini, mintalah sang pemandu untuk mengangkat Anda ke toko seni dan rumah tempat wanita menganyam wadah tradisional untuk menyimpan beras. Keranjang-keranjang ini hadir dalam beberapa ukuran. Bahkan yang paling besar berkapasitas lima orang dewasa yang merentangkan tangan! Wadah ini terbuat dari serat Melinjo, yang bijinya juga bisa dijadikan emping.

Cara ke Sana:
Berkendaralah ke Kota Waikabubak. Dari sini, Desa Tarung dan desa kurang lebihnya – Desa Waitabar, Desa Bodo Ede, Tambelar dan Desa Elu bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Koordinat di sini.

16. Belajar menenun kain ikat tradisional
Di desa tradisional semacam Kampung Tarung, Anda bisa menemukan wanita lokal menenun kain cantik yang bisa memakan waktu hingga satu tahun untuk menyelesaikannya. Pakaian yang terbuat dari ikat biasanya dikenakan pada upacara penting untuk menampilkan status sosial seseorang. Sumba mempunyai variasi ikat yang unik, yang tidak sedikit menggambarkan hewan dan tampilan tribal.

Ikat adalah gaya menenun yang memakai proses teknik pewarnaan benang untuk menenun dengan tutorial mengikatnya sebelum dicelup ke cairan pewarna. Di Sumba, teknik pewarnaan celup ini biasanya memakai bahan tanaman lokal semacam Kombu dan Indigo, dan bahan mineral lainnya.

Mintalah pemandu untuk mengangkat Anda ke sana alias kalau mau, Anda juga bisa sekalian belajar menenun ikat di workshop yang diadakan oleh masyarakat setempat.

Cara ke Sana:
Kampung Tarung (bersama dengan Waitabar) berada di jalur desa wisata yang biasa dijadikan satu paket perjalanan oleh penyuplai wisata. Desa ini bisa dicapai dengan berjalan kaki dari Waikabubak. Kordinat Kampung Tarung di sini.

17. Belajar mengenai seni dan sejarah lokal di Rumah Adat (Sumba Cultural Research and Conservation Institute)
Berlokasi di Waitabula, lembaga adat berbasis donasi ini mempunyai lebih dari 500 artefak dari seluruh pulau, yang berasal dari abad ke 16. Anda bisa menemukan pajangan gambar-gambar kuno, beberapa tembikar dan suatu  proyek yang menunjukkan bagaimana batu nisan diukir.

Apabila Anda ingin beristirahat sejenak dari suasana alam liar, mampirlah ke Rumah Adat untuk mendalami sejarah dan adat orisinil masyarakat Sumba.

Diprakarsai oleh seorang pastor Katolik, Pastor Robert Ramone, satu-satunya tujuan institut ini adalah untuk melestarikan adat lokal Sumba. Dengan donasi pribadi, Rumah Adat telah menolong masyarakat setempat membangun dan membenahi 78 rumah tradisional.

Selain museum, Rumah Adat juga menyediakan akomodasi, ruang pertemuan, paket wisata dan pilihan transportasi untuk semua orang yang ingin merasakan pengalaman Sumba yang sesungguhnya.

Cara ke Sana:
Tempat ini berjarak 3 kilometer sebelah barat pusat Waitabula dan bisa dicapai memakai transportasi pribadi alias ojek. Koordinat di sini.

18. Bergabunglah dalam kemeriahan Pasola (adu tombak) dengan penduduk setempat
Kompetisi adu tombak tradisional, alias dikenal dengan upacara Pasola, berjalan setiap tahun kurang lebih bulan Februari dan Maret (selama bulan purnama) di Sumba Barat. Ini mungkin salah satu atraksi paling besar bagi orang asing yang datang ke Sumba.

Tujuan festival ini adalah untuk menumpahkan darah antar suku demi menyuburkan tanah, menghibur dewa-dewa Marapu dan untuk memastikan panen yang berhasil. Tidak ada pemenang dalam pertarungan yang tidak tidak sedikit peraturan ini.

Dua tim penunggang kuda bertombak yang mengenakan kain ikat beradu satu sama lain dalam turnamen menarik ini. Anda bakal menemukan tidak sedikit rumah lokal membuka pintu mereka terhadap para pengunjung dan warung dadakan yang didirikan di dekat lapangan Pasola. Meriah, seru, dan ya – penuh darah! Bahkan di awal festival, adrenalin Anda bakal dipompa saat menyaksikan para penunggang kuda mulai berbaris dan berancang-ancang untuk menyerang.

Seusai berbaris, para wanita menaruh sesaji di makam, dan menyanyikan mantra-mantra ritual hingga larut malam. Nyanyian tersebut diyakini bakal mengajak munculnya cacing nayle (sejenis cacing laut). Dan saat itu terjadi, seekor ayam bakal dikorbankan dan Pasola bisa dimulai dengan cara resmi.

Ke mana untuk menyaksikannya:
Festival ini berjalan setiap tahun di Kodi, Lamboya dan Wanokaka di Sumba Barat, dan Anda bisa mencapai kawasan ini dengan transportasi pribadi. Sebab ini adalah festival yang terkenal, sebagian besar penyuplai wisata bakal menyertakan festival ini dalam itinerary mereka.

Sekarang seusai mata Anda terbuka mengenai apa saja  yang wajib dilihat di Sumba, apakah rasanya ingin buru-buru ke sana? Sebelum memesan tiket pesawat, bacalah info dan tip keamanan penting berikut ini!

Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu terbaik untuk berwisata ke Sumba adalah antara bulan April dan Juli, seusai musim hujan. Apabila Anda seorang surfer, mungkin ingin berkunjung selagi periode Mei hingga September. Antara bulan November hingga April biasanya tidak jarang hujan.

Trik Keamanan dan Kesehatan
Kejahatan terhadap wisatawan nyaris tidak sempat terdengar di Sumba, tetapi waspadalah terhadap bandit yang biasanya ada di daerah Kodi (Sumba Barat Daya). Ingat juga, Anda mungkin tidak bisa menemukan bantuan darurat dengan mudah apabila bepergian ke daerah terpencil, apalagi kalau berangkat sendirian. Jadi, pastikan Anda bepergian  dalam kelompok dan menyewa pemandu lokal apabila ingin mengeksplorasi tempat-tempat di lokasi terpencil!

Malaria
Ya, risiko malaria sayangnya tetap ada di Sumba, semacam tidak sedikit daerah pedesaan di Indonesia. Jangan memberi makan vampir! Sebelum berangkat, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai pengobatan anti-malaria yang bisa diperbuat. Dan ingatlah untuk mengangkat pakaian lengan panjang dan tidak sedikit losion anti-nyamuk! Pastikan akomodasi Anda menyediakan kelambu untuk tidur.

Trik Perjalanan:
Berikut adalah beberapa trik dan trik yang bisa menolong Anda untuk memperoleh hasil maksimal dari petualangan selagi di Sumba.

1. Uang tunai adalah segalanya. Mesin ATM bisa ditemukan di kota-kota mutlak Sumba – Waingapu (ibukota), Waitabula, dan Waikabubak. Bank BNI dan Mandiri adalah yang paling terpercaya. Saat Anda meninggalkan kota-kota yang lebih besar, pecahkan uang Anda menjadi pecahan kecil, sebab di desa-desa amat susah memperoleh kembalian apabila Anda memakai pecahan besar.

2. Bawa senter. Semacam tidak sedikit daerah terpencil di Indonesia, listrik di sini lumayan langka. Generator listrik biasanya ulai kehabisan bahan bakar seusai matahari terbenam, jadi orang-orang memakai listrik dengan hemat. Untuk mempersiapkan diri menghadapi pemadaman (yang tidak jarang terjadi), bawa lampu senter khususnya  apabila Anda tetap ingin membaca di malam hari!

3. Bisakan kartu SIM prabayar apabila ingin bisa menelepon, memakai internet dan GPS di telepon Anda (sangat penting apabila Anda mengemudi dan memakai Google Maps!). Simpati dan Kartu As (dari Telkomsel) adalah satu-satunya jaringan yang mempunyai cakupan baik (untuk panggilan dan internet) di pulau ini. Pastikan untuk mengisi pulsa  sebelum Anda meninggalkan kota-kota besar.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Berlibur Ke Pulau Sumba Yang Kaya Akan Pesona Dunia